Mode

3 Alasan Kulit Vegan Lebih Cantik Dari Yang Asli

62views

Kulit vegan adalah salah satu tekstil paling laris di planet ini berkat selebriti seperti Kaley Kuoco dari Big Bang Theory dan desainer Stella McCartney. Pada tahun 90-an, istilah ‘pleather’ membuat para fashionista merinding, tetapi dalam dekade terakhir tekstil yang menyelamatkan hewan ini telah mengalami perubahan yang sukses.

Saat ini, pasar sintetis bernilai $25 miliar, diproyeksikan mencapai $52,9 miliar pada tahun 2027. . Bahan sintetis memiliki sifat unggul, seperti high gloss finish, daya tahan, kekuatan, tahan UV, dan perawatan yang mudah. Apalagi, produk berbahan kulit imitasi lebih murah sehingga terus menarik konsumen, terutama dari kalangan menengah ke atas.

Dari jaket bomber hingga sepatu bot dan tas tangan, kulit vegan ada di mana-mana, tetapi dengan tren yang terus berubah, tas kulit vegan adalah favorit utama dalam pertaruhan mode. Inilah alasannya:

1. Semua orang melakukannya

Tren menjadi trendi karena suatu alasan, dan tidak ada cara yang lebih baik untuk memata-matai apa yang populer selain memeriksa preferensi selebriti dan inovasi terbaru dari merek terkenal dunia.

Desainer terkenal Stella McCartney secara eksklusif menggunakan kulit vegan dalam koleksinya, tidak ada kulit asli yang diizinkan. Asos, Topshop, dan Zara, tiga pengecer mode terbesar di dunia, juga menawarkan barang-barang kulit vegan dari tas tangan hingga jaket. Adidas dan Dr. Martens, merek sepatu terkenal, juga mulai menawarkan sejumlah sepatu vegan, langkah berani untuk merek yang sebelumnya dikenal seputar kulit. Olga Berg, merek aksesori terkenal, juga telah beralih dari kulit, menawarkan desain tas tangan dan ikat kepala segar secara eksklusif dari kulit vegan.

2. Penyamakan kulit sangat buruk bagi alam

Dengan semua yang kita lihat dan ketahui tentang perubahan iklim, penting untuk mempertimbangkan bagaimana pembelian kita memengaruhi alam. Kulit sangat sulit dibuat, dan penyamakan kulit adalah salah satu industri paling beracun. Penyamakan kulit menggunakan bahan kimia beracun, garam mineral, turunan batubara, formaldehida, minyak, pewarna dan pelapis untuk membuat kulit dari kulit. Setelah kulit dibuat, limbah memasuki ekosistem, mencemarinya dengan polutan yang tak terhitung jumlahnya dari sulfida hingga asam.

Penyamakan kulit tidak hanya mencemari saluran air dan menghasilkan limbah, mereka juga mengkonsumsi air dalam jumlah yang berlebihan. Padahal, diperkirakan dibutuhkan sekitar 8.000 liter air untuk memproduksi satu pasang sepatu kulit. Pada saat air merupakan salah satu sumber daya paling berharga di banyak wilayah di dunia, kulit vegan tampak seperti alternatif yang paling cerdas dan paling cerdas untuk kulit klasik.

3. Anda tidak perlu berkompromi dengan gaya

Kulit vegan sangat serbaguna, dapat dibentuk dan dijahit menjadi siluet dan gaya tas tangan paling modern di pasaran. Mulai dari tas ember bermotif macan tutul hingga cengkeraman persegi yang chic, kulit vegan memungkinkan Anda untuk tetap mengikuti tren, sambil menghindari kekejaman terhadap hewan.

Kulit vegan adalah tekstil terbaru yang mengganggu dunia mode, dan sekarang adalah kesempatan Anda untuk mencobanya dengan tas, sepatu, dan jaket terbaru musim ini. Baik Anda ingin mencegah kekejaman terhadap hewan, atau hanya menginginkan tas tangan baru yang sangat keren dengan gaya terbaru tahun 2021, kulit vegan adalah pilihan terbaik Anda. Itu adalah pilihan yang tidak akan Anda sesali.

Leave a Response

x